Sabtu, 14 Juli 2018

Sebungkus Rokok, Segelas Kopi Dan Tulisan Indah

Sebungkus Rokok, Segelas Kopi Dan Tulisan Indah

Guna membuahkan suatu teks, artikel atau cerpen, guna temanku yg satu ini mestilah sedia sebungkus rokok kretek kesukaannya, lebih segelas kata berimbuhan hitam yg kental. walaupun akunya telah jadi benda yg wajib sedia hukumnya. Dan itu telah adalah sebuah pikulan pada istrinya pada sediakan yg dibutuhkan temanku itu.

bila tak ada rokok dan peranakan, berarti anda tak dapat posting? tanyaku sebuah ketika.

“Ya. tak ada segelas kata jadian dan sebungkus rokok memang lah tak dapat ada teks yg mampu kubuat,” sahutnya.

dengan cara apa jikalau cuma ada sebungkus rokok saja, dan kopinya tak ada. lantaran perencanaan di hunian telah bubar misalnya?”

“Satu awal dua kebutuhanku itu tak ada, konsisten saja kegiatanku pada posting tak bakalan jalan. menjadi keduanya terus mesti sedia jikalau ingin membuahkan suatu tulisan.”

menjadi seandainya dalam sehari anda bisa membuahkan sepuluh teks, itu artinya mesti sedia sepuluh balut rokok dan sepuluh gelas kopi?”

“Begitulah...” sahutnya sambil terbahak menunjukkan giginya yg kehitam-hitaman.

saya cuma menggeleng-gelengkan sirah mendengar jawabannya itu. Satu hri beliau memutuskan 12 batang rokok kali 10 balut, ditambah sepuluh gelas arsip. ganjil. memang lah aneh temanku ini.

“Tapi hingga sekarang ini saya belum sempat hingga membuahkan teks banyaknya itu, dalam era satu hri paling tidak sedikit cuma tiga tulisan saja,”katanya seperti tahu yg serta kupikirkan dikala itu.

“Apa anda tahu ganjaran semenjak terlampaui tidak sedikit merokok dan minum derivat bersama kesehatanmu?”

“Seperti yg terdaftar di bungkusnya itu?” ia malah kembali bertanya.

“Ya. Bukankah merokok sanggup melaksanakan kanker, serangan jantung, impotensi, dan rintangan kehamilan dan janin?” sahutku mengenakan teks yg wajar terkandung di balut rokok.

beliau tutup mulutdiam. Matanya menerawang ke atas langit-langit kamar kerjanya. Selang beberapa ketika kemudian,

saya siuman. memang lah autentik merokok tak baik buat kesegaran. disaat saya pun posting, saya tidak jarang tergoda dgn batuk-batuk. sedang tidak jarang buang air mungil. walaupun akhirnya ini bila telah tidak sedikit merokok, saya tidak jarang merasa dadaku sakit. Seperti ditindih muatan yg berat. maka susah pada bernafas,” jelasnya terengah-engah.

“Tuh ‘kan?!”

“Iya. Tapi seandainya merokok dan mimum salman saya hentikan, artinya saya tak sanggup menafkahi keluarga...”

“Maksudmu anda tak dapat sanggup posting bila tidak dengan rokok dan kopi?”

ia mengangguk.

kiranya terlampaui simplistis kreatifitas yg demikian tinggi cuma menggandul terhadap rokok dan pertinggal. real kecanduan buat elemen yg kian malah merusak tubuhmu, tradisi jelek itu, mampu dihilangkan berasal ada hajat dan keinginan yg berlaku saja guna menghilangkan.”

cobalah pikirkan olehmu. etika jelek itu lambat-laun bakal merusak kesegaran tubuhmu. tak membohongi jangan-jangan, belum juga anda menjadi satu orang pencipta pandai, sontak sebab penyakitan ahirnya anda mati. padahal anak dan istrimu terus membutuhkanmu. terlebih anak-anakmu pula kecil-kecil...”

beliau semula terdiam. Wajahnya menengadah ke atas langit-langit kamar.

menjadi saya mesti bagaimana?”

“Ya, itu tadi. menyinggahkan tradisi tidak baik itu. keseluruhan. Enyahkan. mencoba mengganti tradisi itu dgn yg lain. kata jadian ditukar bersama segelas air putih, contohnya. Dan rokok ditukar bersama camilan...”

“Kira-kira sanggup atau tak ya?”

tentu sanggup! saya yakin, anda tentu mampu. dikarenakan anda tengah mencintai hawa dan anakmu...” sahutku tetap hati

Tidak ada komentar:

Posting Komentar